Selasa, 02 Juni 2015

PAI UMY_2013_MEDIA PEMBELAJARAN D_Kel 3




SKENARIO VIDEO
“DRAKOR DENGAN DUNIA PENDIDIKAN”

Dosen Pengampu : Muh. Samsudin, S.Ag. M.Pd.
Asisten Dosen : Nida Nasuha S.Pd.I & Ratna Sari S.Pd.I

Disusun Guna Memenuhi Nilai Uji Kompetensi 3
Mata Kuliah Media pembelajaran

Disusun Oleh:
Kelompok 3 PAI D
Anifatul Mushlikhah (20130720168)
Lya Herdia Ningtyas (20130720187)
Nur Lailah Udin (20130720188)
Febrina Chaerani (20130720206)



Kelompok 3                :
Pembuat naskah          : Febrina Chaerani
Editor                          : Anifatul Mushlikhah
Kameramen                 : 1. Febrina Chaerani
  2. Lya Herdia Ningtyas
    Pemeran                      : Anifatul Mushlikhah sebagai Ani
  Lya Herdia Ningtyas sebagai Lia
              Nur Lailah Udin sebagai Ilha
  Febrina Chaerani sebagai Febri



DRAKOR DENGAN DUNIA PENDIDIKAN ?

Perpustakaan Universitas Muhammdiyah Yogyakarta tampak sepi. Entah karena para mahasiswa sedang mengikuti mata kuliah masing-masing, atau memang mereka tengah malas untuk sekedar menjenguk buku-buku usang di rak-rak perpustakaan yang menjulang tinggi. Meskipun sepi, bukan berarti tidak ada sama sekali mahasiswa yang berkunjung. Di salah satu sudut perpustakaan tampak seorang mahasiswi tengah sibuk dengan laptop di hadapannya ditemani buku-buku yang menggunung di sampingnya.

Senin, 04 Mei 2015

analisis jurnal 2


 Analisis Jurnal 2 di website ini

 Judul :MAHASISWA THAI ' PILIHAN TUJUAN UNTUK PENDIDIKAN TINGGI :
STUDI BANDING luar AS , U.K DAN AUSTRALIA

Judul : Mahasiswa thai, pilihan tujuan untuk pendidikan tinggi; studi bandfing luar as, u,k dan Australia
Penulis : Korbchai tantivorakuicai 

Latar Belakang masalah :
Abstrak

Minggu, 03 Mei 2015

Analisis Jurnal 1

Jurnal dapat anda lihat di website ini


Judul1 ; Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini
Penulis ; Slamet Suyanto


Latar Belakang Masalah :
Menumbuhkembangkan nilai-nilai universal dan mengembangkan karakter bangsa sebaiknya dimulai sejak usia dini. Anak usia dini dalam perkembangan yang paling cepat dalam berbagai aspek termasuk aspek agama, moral, sosial, intelektual, dan emosi. Perlakuan pendidikan yang diberikan pada usia dini diyakini akan terpateri kuat di dalam hati dan pikiran anak yang jernih. Jika anak didik dengan baik, diberi contoh yang baik, dan dibiasakan hidup dengan nilai dan karakter yang baik, maka mereka cenderung menjadi orang yang baik yang berhati emas, berpikiran positif, dan berbudi mulia. Persoalannya adalah bagaimana mengembangkan karakter yang baik pada anak usia dini? Apa saja tema dan kegiatan yang yang relevan untuk mengembangkan karakter pada anak usia dini? Bagaimana melakukan asesmen perkembangan karakter pada anak usia dini? Makalah ini menjawab berbagai persoalan tersebut
Hasil gambar untuk gambar pendidikan karakter usia dini

Minggu, 12 April 2015

pendidikan karakter pada anak usia dini



Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

            Aktualisasi kehidupan manusia berdasarkan semua pada hakikatnya, tidaklah berlangsung dengan sendirinya dan pula tidak sekedar tampak  seperti apa adanya. Perhatikan bayi yang baru saja lahir, bayi ini secara hakiki dibekali dengan  kelima kaidah hakikat manusia sejak kelahirannya; namun tidak sendirinya ia menjadi manusia  dewasa yang beriman dan bertaqwa, berkompetensi diri dan berbudaya tinggi, terhormat menjujung nilai-nilai kemanusiaan, berkemampuan mengelola kehidupan pribadi, lingkungan sosial dan alamnya, serta berpenampilan diri sesuai dengan hak-hak asasinya. Untuk membentuk karakter pada si anak perlu upaya pengembangan atas diri bayi yang baru lahir itu, dan seterusnya, berlangsung demikian melalui tahapan-tahapan perkembangan sepanjang hayatnya.
        Pendidikan karakter dibentuk asas, untuk mengetahui tingkah laku, dan keindividuannya, kefitrahannya dan keberagamaan, dll.
Kefitrahan manusia diterapkan pada anak usia dini agar mampu melakukan kegiatan yang luhur dan menolak ke hal yang tidak baik. Dari pembiasaan dari setiap anak sewaktu usia dini, lebih mudah, daripada anak yang sudah usia atas. Dengan begitu, si anak akan dapat menemukan kehidupan di dunia dan di akhoratnya sesuai dengan tujuan penciptaan manusia.
        Pendidikan keindividual yang berarti potensi dan perbedaan. Dimaksudkan bahwa setiap individual pada dasarnya memiliki potensi, baik

potensi fisik, maupun potensi mental. Misalnya, si anak tersebut mempunyai bakat dan kemampuan dalam bidang tertentu. Orang tua hendaknya juga mengamati, bagaimana kemauan anak untuk  

mengetahui bakat apa  yang ada dalam anak. Misalnya anak tersebut suka dengan menggambar, di sekolah maupun dirumah. Pada saat proses belajar, Guru menyuruh anak didiknya, membuat sesuatu dengan kretivitas siswa dengan keinginannya sendiri. Dengan hal tersebut membantu pendidik untuk mngetahui bakat atau potensi masing-masing.
        Kesusilaan adalah kandungan pada nilai dan moral. Dalam hal ini, digaris bawahi kemampuan dasar setipa individu untuk memberikan harga atau penghargaan terhadap sesuatu, dalam rentang penilaian tertentu. Sumber dari moral tersebut adalah agama, adat, hukum, ilmu dan kebiasaan.
        Keberagamaan  ialah iman dan taqwa. Pada dasarnya setiap anak memiliki kecenderungan dan kemampuan untuk mempercayai adanya Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa serta mematuhi segenap aturan dan perintahNya.Dari anak usia dini harusnya sudah diterapkan tentang keimanan dan ketaqwaan, dengan hal tersebut membing anak untuk taat dan patuh dengan yang Maha Kuasa. Apabila anak sudah mengetahui pendidikan tersebut, akan mengacu ke perilaku yang lebih baik.

Senin, 06 April 2015

Biografi

Assalamualaikum. wr. wb

Hai teman-teman,
Pepatah mengatakan begini, Tak kenal maka tak sayang. Belum kenalan rasanya belum afdhol ya kawan.!
Perkenalkan nama saya, Lya Herdia Ningtyas. Biasa dipanggilnya Lia.
Saya masih duduk di bangku Perguruan Swasta .

Pengen lebih tau....
Baca yuk baca  tentang blog saya sobat.!
Selamat membaca blog dari saya ya,! Semoga bermanfaat dan bertambah teman, hehe!