Minggu, 12 April 2015

pendidikan karakter pada anak usia dini



Pendidikan Karakter Pada Anak Usia Dini

            Aktualisasi kehidupan manusia berdasarkan semua pada hakikatnya, tidaklah berlangsung dengan sendirinya dan pula tidak sekedar tampak  seperti apa adanya. Perhatikan bayi yang baru saja lahir, bayi ini secara hakiki dibekali dengan  kelima kaidah hakikat manusia sejak kelahirannya; namun tidak sendirinya ia menjadi manusia  dewasa yang beriman dan bertaqwa, berkompetensi diri dan berbudaya tinggi, terhormat menjujung nilai-nilai kemanusiaan, berkemampuan mengelola kehidupan pribadi, lingkungan sosial dan alamnya, serta berpenampilan diri sesuai dengan hak-hak asasinya. Untuk membentuk karakter pada si anak perlu upaya pengembangan atas diri bayi yang baru lahir itu, dan seterusnya, berlangsung demikian melalui tahapan-tahapan perkembangan sepanjang hayatnya.
        Pendidikan karakter dibentuk asas, untuk mengetahui tingkah laku, dan keindividuannya, kefitrahannya dan keberagamaan, dll.
Kefitrahan manusia diterapkan pada anak usia dini agar mampu melakukan kegiatan yang luhur dan menolak ke hal yang tidak baik. Dari pembiasaan dari setiap anak sewaktu usia dini, lebih mudah, daripada anak yang sudah usia atas. Dengan begitu, si anak akan dapat menemukan kehidupan di dunia dan di akhoratnya sesuai dengan tujuan penciptaan manusia.
        Pendidikan keindividual yang berarti potensi dan perbedaan. Dimaksudkan bahwa setiap individual pada dasarnya memiliki potensi, baik

potensi fisik, maupun potensi mental. Misalnya, si anak tersebut mempunyai bakat dan kemampuan dalam bidang tertentu. Orang tua hendaknya juga mengamati, bagaimana kemauan anak untuk  

mengetahui bakat apa  yang ada dalam anak. Misalnya anak tersebut suka dengan menggambar, di sekolah maupun dirumah. Pada saat proses belajar, Guru menyuruh anak didiknya, membuat sesuatu dengan kretivitas siswa dengan keinginannya sendiri. Dengan hal tersebut membantu pendidik untuk mngetahui bakat atau potensi masing-masing.
        Kesusilaan adalah kandungan pada nilai dan moral. Dalam hal ini, digaris bawahi kemampuan dasar setipa individu untuk memberikan harga atau penghargaan terhadap sesuatu, dalam rentang penilaian tertentu. Sumber dari moral tersebut adalah agama, adat, hukum, ilmu dan kebiasaan.
        Keberagamaan  ialah iman dan taqwa. Pada dasarnya setiap anak memiliki kecenderungan dan kemampuan untuk mempercayai adanya Sang Maha Pencipta dan Maha Kuasa serta mematuhi segenap aturan dan perintahNya.Dari anak usia dini harusnya sudah diterapkan tentang keimanan dan ketaqwaan, dengan hal tersebut membing anak untuk taat dan patuh dengan yang Maha Kuasa. Apabila anak sudah mengetahui pendidikan tersebut, akan mengacu ke perilaku yang lebih baik.

Senin, 06 April 2015

Biografi

Assalamualaikum. wr. wb

Hai teman-teman,
Pepatah mengatakan begini, Tak kenal maka tak sayang. Belum kenalan rasanya belum afdhol ya kawan.!
Perkenalkan nama saya, Lya Herdia Ningtyas. Biasa dipanggilnya Lia.
Saya masih duduk di bangku Perguruan Swasta .

Pengen lebih tau....
Baca yuk baca  tentang blog saya sobat.!
Selamat membaca blog dari saya ya,! Semoga bermanfaat dan bertambah teman, hehe!